Kamis, 05 Juni 2014

Ekonomi Indonesia, dalam Genggaman Asing

Ekonomi Indonesia dalam genggaman asing menimbulkan pertanyaan, mengapa tema ini yang diangkat? Ini tidak lepas dari salah satu buku yang ditulis oleh Soekarno-2009, yaitu Di bawah Cengkraman Asing atas Persoalan dan Tawaran Revolusi untuk Menjadi Kuat di Dunia.

Terlalu banyak sektor-sektor perekonomian dikuasai oleh asing, seperti yang kita lihat akhir-akhir ini sektor perbankan sudah 50% ke atas perbankan nasional telah dimiliki oleh asing. Sektor-sektor komunikasi, 3 perusahaan telekomunikasi yang terbesar yaitu telkom, indosat, dan itu kepemilikan asingnya sangat besar diatas 50%.

Sementara pada UUD 1945 PASAL 33 ayat 2 tentang “Cabang-cabang dikuasai oleh negara”. Dan ayat 3 tentang “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan depergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Pada PASAL 6 UU NO 1 TAHUN 1967 tentang PENANAMAN MODAL ASING, ada beberapa sektor tertutup untuk penanaman modal asing yaitu: pelabuhan, produksi transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk umum, telekomunikasi, pelajaran, penerbangan, air minum, kereta api umum, pembangkitan tenaga atom, dan media masa.

Yang perlu di perhatikan dalam ekonomi Indonesia adalah yang pertama prifasisasi, dan sistem ekonomi terbuka dan demokrasi yang menjadi salah satu bahwa asing lebih mudah masuk ke Indonesia, karena Indonesia salah satu negara yang mini market didunia, maka dari itu akan memperngaruhi investor-investor asing lainnya untuk masuk ke Indonesia. Mungkin itu salah satu sebab asing mau masuk ke Indonesia.

Pada dasarnya negara Indonesia sudah 30% dimiliki oleh asing. Indonesia tidak bisa membatasi asing untuk masuk ke Indonesia, mereka hanya bisa meregulasi atau mengatur atau mengakui perusahaan. Sesuatu yang harus kita sadari adalah apabila kita memisahkan diri dari keberadaan asing itu sesuatu hal yang tidak mungkin, namun pemerintah harus mengambil sebuah tindakan untuk membatasi pergerakan asing tersebut pada kegiatan-kegiatan yang mampu dikelola oleh negara sendiri seperti menghasilkan barang-barang yang mempunyai nilai tambah.

Kemudian masalah hot money, pemerintah tentunya membatasi pergerakan hot money ke Indonesia baik dengan cara menurunkan penjualan sertifikat-sertifikat atau surat-surat tentang Indonesia pada pihak luar namun juga tidak menurunkan minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia, karena dari 1 pihak ketika mendekam menurunkan kesempatan pihak asing untuk masuk ke Indonesia maka akan menghambat perekonomian Indonesia. Namun apabila mereka tidak memberi perluasan kepada pihak asing, itu mengintifikasikan hot money tersebut, maka itu akan membawa kepada resiko yang besar, karena ketika mereka sudah melihat pada perekonomian Indonesia yang suatu saat akan mengalami penurunan maka mereka akan segan memindahkannya. Oleh karena itu harus ada satu kebijakan di mana membatasi pengaturan investasi asing dalam surat-surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah.

Kalau kita lihat di Indonesia, saat ini tidak terlepas oleh penjajahan yang dilakukan Belanda ataupun dari negara lain ketika krisis dialami oleh Amerika, Indonesia yang menjadi dampaknya, tetapi apa bila krisis dialami oleh Indonesia, Amerika tidak mengalami dampaknya. Lebih bagus Indonesia membuka diri kepada negara asing.

Dua alasan membuat globalisasi, yaitu untuk perluasan pasal dan untuk mendapatkan keunggulan. Untuk membangun power kita kuat, kita harus menguasai permasalahan industri minyak gas dan industri dilihat dari marketnya. (CIA)




Rabu, 04 Juni 2014

Disbudpar Kota Banda Aceh Siap jadi Mitra HMI Banda Aceh

Banda Aceh - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh melakukan audiensi ke Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh, Selasa (3/6). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalin sialturahmi sekaligus berkoordinasi untuk ikut berpartisipasi dalam mempromosikan objek wisata dan cagar budaya Aceh umumnya dan kota Banda Aceh khususnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua umum HMI Cabang Banda Aceh, Indra Abidin menyampaikan bahwa dalam waktu dekat HMI cabang Banda Aceh akan menyelenggarakan agenda tahunan yang menjadi puncak program kerja yaitu Training Akbar bertaraf nasional.

“Insya Allah dalam waktu dekat HMI Cabang Banda Aceh akan menyelenggarakan Training Akbar yang merupakan proses perkaderan di HMI yang terdiri dari 3 paket kegiatan yaitu Senior Course (SC), Intermediate Training (LK-II), dan Latihan Khusus Kohati (LKK). Kegiatan ini akan diikuti oleh para peserta se-nusantara”, ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini Disbudpar dan berbagai pihak lainnya dapat bekerjasama dalam menyukseskan kegiatan berskala nasional ini, karena nantinya setelah diadakan training tersebut juga akan dibarengi dengan agenda field trip untuk mengunjungan situs-situs bersejarah, spiritual, budaya, kuliner, dan situs tsunami di Banda Aceh.

Sebelumnya Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Banda Aceh, T. Samsuar dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh sangat menyambut niat baik dari HMI Cabang Banda Aceh untuk membantu mewujudkan Banda Aceh sebagai model kota madani.

“Pemkot sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada aktivis HMI. Semoga kita bisa menjadi mitra untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai model kota madani.”, kata T. Samsuar, Selasa (3/6/2014).

Ia juga menambahkan, bahwa semua itu harus berawal dari gagasan dan mimpi (cet langet) setiap generasi muda. Oleh karena itu dengan hadirnya HMI sebagai mitra pemerintah dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan wisata dan budaya serta perekonomian Aceh kedepan.”, tambahnya (CIA).

Kamis, 15 Mei 2014

Kenapa Orang Yahudi Rata-rata Pintar?

Tanpa bermaksud untuk menonjolkan apalagi mengidolakan orang Israel dan atau orang Yahudi, artikel ini ditulis untuk melihat “sisi lain” dari kebiasaan orang Yahudi yang mungkin informasi ini sangat berguna bagi kita untuk sekedar menambah wawasan, motivasi atau mungkin instropeksi diri. Informasi hasil ini hasil dari terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut:

Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika, mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya.

Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan. Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging, hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.Yang istimewa lagi adalah, di Israel, merokok itu tabu! Mereka memiliki Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan.

Mereka juga harus pandai bahasa, minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi. Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan.

Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“.Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir! Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia.

Di sini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada: Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat. hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel, bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.

(pusatberitainformasipalestina & berbagaisumber)

Selasa, 06 Mei 2014

Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 Sukses


Banda Aceh – Even Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 yang bertemakan “Ta manyum tika, ta hareukat, ta bangun bansa” ini diselenggarakan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh dengan berbagai pihak yang terkait industri kreatif, mulai dari praktisi pengusaha kreatif, akademisi, dan berbagai komunitas kreatif yang ada di Banda Aceh.

Acara yang berkonsep pameran produk ini dilaksanakan pada tanggal 1-4 Mei 2014 yang lalu dengan berpusat di Taman Putroe Phang. Puncak acara akan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei di Gedung ACC (Aceh Community Centre) Sultan II Selim.

Sebelumnya pada hari sabtu (05/04) bertempat di NA Coffe, Lampriet, panitia telah menyelenggarakan Soft Launching Pekan Kreatif Banda Aceh yang bertajuk “Banda Aceh Kreatif Berbagi” dan mendapat antusias besar oleh berbagai komunitas kreatif dan wirausaha muda di Banda Aceh, hal ini terlihat pada peserta yang memenuhi tempat duduk di lokasi soft launching tersebut.

Aiyub Bustamam selaku CEO Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 memaparkan bahwa telah menyelenggarakan beberapa rangkaian acara untuk menyemarakkan Pekan Kreatif Banda Aceh 2014 tersebut. Terbukti dalam kegiatan tersebut banyak Pameran Produk dari sub sektor industri kreatif, kompetisi-kompetisi kreatif di antaranya arsitektur, desain, film video fotografi, kerajinan, kuliner, musik, mode, percetakan, periklanan, permainan interaktif, riset, pasar barang seni, pertunjukan, teknologi informasi, dan TV/Radio serta kegiatan-kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan. Even ini nantinya akan ditutup dengan penyerahan Award Insan Kreatif  Madani pada pertengahan Mei 2014 mendatang.

“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus memberi dukungan terhadap kegiatan ataupun gerakan pemuda yang positif dalam membangun Kota Banda Aceh Kreatif.” Jelas Sayed Fauzan dari pihak Disbudpar Kota Banda Aceh.

Ia juga mengajak seluruh komunitas yang ada di Kota Banda Aceh untuk berpatisipasi dalam kegiatan ini, sehingga masyarakat luar semakin tertarik untuk hadir ke Banda Aceh. Serta dengan semakin kreatifnya masyarakat Kota Banda Aceh maka akan terus menunjang perekonomian.

*Informasi acara selengkapnya bisa didapat pada akun:
Twitter: @pekankreatifBNA
Facebook: Pekan Kreatif Banda Aceh 2014
Contact Official: 0852 6043 5585.

Salam semangat sinergi bersama untuk Aceh yang lebih baik.



Negeri Berjuta Mimpi

Selama ini mindsite kita telah didoktrin dengan asumsi bahwa Indonesia dikenal dengan negeri berjuta impian. Negeri yang terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, potret pemandangan alam yang indah, sifat keramah-tamahan yang tinggi, kebiasaan menyelesaikan masalah dengan musyawarah-mufakat, cinta akan kedamaian, selalu mencari rezeki yang halal, hidup sehat dengan fasilitas memadai, begitu juga dengan pendidikannya.

Saking melimpahnya sumber daya alam yang ada, sampai-sampai kita tak mampu lagi mengelolanya. Selain karena sumber daya manusianya yang kurang diisi dengan cukup ilmu, juga karena telah terbiasa didikte oleh negara adi kuasa, Amerika Serikat. Negeri kita ini sudah terlalu takut, tidak ada lagi keberanian untuk mengutarakan yang mana yang baik dan yang mana yang benar. Semua sudah terhalang dengan yang namanya uang, semua sudah ditutupi dengan ketakutan dan ketaatan terhadap negara induk.

Sifat ramah dan cinta damai seakan sudah tenggelam dengan seiring sering terjadinya konflik, perang saudara di mana-mana, keegoisan yang tinggi, tidak peka akan sesama dan penderitaan yang di alami oleh orang lain, entah kemana perginya sifat tenggang rasa itu.

Saya, dan kita semua tentunya berharap ini semua segera mengalami perubahan yang walaupun memang membutuhkan proses untuk sembuh dari penyakit-penyakit hati dan keterpurukan ini.

Ya, inilah negeri kami, negeri yang dinamakan negeri sejuta impian, hanya impian, mimpi yang tak kunjung terwujud tanpa ada usaha bersama untuk merubah. Namun kita tetap harus selalu optimis, suatu saat akan ada yang merubah kaleidoskop kehidupan negeri kita ini, dan bangkit dari cerita yang awalnya hanya menjadi mimpi, kemudian menjadi perjalanan kehidupan negeri yang indah, adil, makmur, dan sejahtera atas aksi nyata kita. Ya, aksi nyata itu timbul dari kita, yaitu diri kita sendiri, mulailah dari niat tulus dan yakin seyakin-yakinnya bahwa negeri ini pasti akan berubah manjadi lebih baik di mata dunia.