Selama ini mindsite kita
telah didoktrin dengan asumsi bahwa Indonesia dikenal dengan negeri berjuta
impian. Negeri yang terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, potret
pemandangan alam yang indah, sifat keramah-tamahan yang tinggi, kebiasaan menyelesaikan
masalah dengan musyawarah-mufakat, cinta akan kedamaian, selalu mencari rezeki
yang halal, hidup sehat dengan fasilitas memadai, begitu juga dengan
pendidikannya.
Saking
melimpahnya sumber daya alam yang ada, sampai-sampai kita tak mampu lagi
mengelolanya. Selain karena sumber daya manusianya yang kurang diisi dengan
cukup ilmu, juga karena telah terbiasa didikte oleh negara adi kuasa, Amerika
Serikat. Negeri kita ini sudah terlalu takut, tidak ada lagi keberanian untuk
mengutarakan yang mana yang baik dan yang mana yang benar. Semua sudah
terhalang dengan yang namanya uang, semua sudah ditutupi dengan ketakutan dan
ketaatan terhadap negara induk.
Sifat
ramah dan cinta damai seakan sudah tenggelam dengan seiring sering terjadinya
konflik, perang saudara di mana-mana, keegoisan yang tinggi, tidak peka akan
sesama dan penderitaan yang di alami oleh orang lain, entah kemana perginya
sifat tenggang rasa itu.
Saya,
dan kita semua tentunya berharap ini semua segera mengalami perubahan yang
walaupun memang membutuhkan proses untuk sembuh dari penyakit-penyakit hati dan
keterpurukan ini.
Ya,
inilah negeri kami, negeri yang dinamakan negeri sejuta impian, hanya impian,
mimpi yang tak kunjung terwujud tanpa ada usaha bersama untuk merubah. Namun
kita tetap harus selalu optimis, suatu saat akan ada yang merubah kaleidoskop
kehidupan negeri kita ini, dan bangkit dari cerita yang awalnya hanya menjadi
mimpi, kemudian menjadi perjalanan kehidupan negeri yang indah, adil, makmur,
dan sejahtera atas aksi nyata kita. Ya, aksi nyata itu timbul dari kita, yaitu
diri kita sendiri, mulailah dari niat tulus dan yakin seyakin-yakinnya bahwa
negeri ini pasti akan berubah manjadi lebih baik di mata dunia.
Facebook: https://www.facebook.com/cia.diamond
Twitter: https://twitter.com/CutIntanArifah
Kompasiana: http://www.kompasiana.com/cutintanarifah
Kompasiana: http://www.kompasiana.com/cutintanarifah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar